AIAI Agentsopen sourcesoftware engineering

Hermes Agent: Alternatif Open Source untuk Claude Code & Codex — Seperti Apa?

22 Jun 20268 min read4 views
Hermes Agent: Alternatif Open Source untuk Claude Code & Codex — Seperti Apa?

Hermes Agent: Alternatif Open Source untuk Claude Code & Codex — Seperti Apa?

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pengembangan perangkat lunak telah berubah drastis berkat kehadiran AI coding agents. Tools seperti Claude Code dari Anthropic dan Codex dari OpenAI menjadi perbincangan hangat di kalangan developer — mereka bisa menulis kode, menjalankan perintah terminal, bahkan memperbaiki bug secara otonom tanpa perlu campur tangan manusia untuk setiap langkahnya.

Namun, di tengah dominasi solusi proprietary dari perusahaan besar, muncul satu nama yang mulai menarik perhatian komunitas open source: Hermes Agent. Dikembangkan oleh Nous Research, Hermes Agent adalah framework AI agent open source yang membawa pendekatan berbeda dalam cara kita berinteraksi dengan AI.

Artikel ini akan membahas apa itu Hermes Agent, bagaimana perbandingannya dengan Claude Code dan Codex, serta kapan kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakannya.

Apa Itu Hermes Agent?

Hermes Agent adalah AI agent otonom yang berjalan di terminal, platform messaging, dan berbagai lingkungan lainnya. Sederhananya, ia termasuk dalam kategori yang sama dengan Claude Code (Anthropic) dan Codex (OpenAI) — yaitu agen AI yang bisa:

  • menjalankan perintah shell dan membaca/menulis file
  • menulis dan mengedit kode di berbagai bahasa pemrograman
  • mencari informasi di web dan browser
  • berinteraksi dengan database dan API eksternal
  • menjadwalkan tugas berulang (cron jobs)
  • dan masih banyak lagi melalui sistem tools yang modular

Yang membedakan Hermes Agent dari kompetitornya adalah pendekatan yang provider-agnostic. Artinya, Hermes tidak terikat pada satu model AI tertentu. Kamu bisa menggunakan model dari OpenRouter, Anthropic (Claude), OpenAI (GPT), DeepSeek, Google Gemini, xAI/Grok, Hugging Face, atau bahkan model lokal — semuanya didukung secara native tanpa perlu konfigurasi rumit.

Perbandingan Detail: Hermes Agent vs Claude Code vs Codex

Agar lebih jelas, mari kita bandingkan ketiganya dari berbagai aspek penting.

Lisensi dan Biaya

Inilah perbedaan paling mendasar. Hermes Agent 100% open source dengan lisensi MIT. Kamu bebas mengunduh, memodifikasi, dan mendistribusikannya kembali. Claude Code dan Codex bersifat proprietary — kode sumbernya tertutup dan kamu hanya bisa menggunakan sesuai ketentuan masing-masing penyedia.

Dari segi biaya, Hermes Agent gratis digunakan. Kamu hanya perlu menyediakan API key dari provider AI pilihanmu. Ini berarti kamu bisa memilih model termurah untuk tugas sederhana (misalnya $0.15 per juta token) dan hanya menggunakan model premium untuk tugas yang benar-benar membutuhkan kecerdasan tinggi. Sebaliknya, Claude Code dan Codex mengharuskan kamu menggunakan API resmi dari Anthropic atau OpenAI dengan harga yang sudah ditentukan.

Multi-Platform

Claude Code dan Codex saat ini terbatas pada terminal dan IDE (VS Code untuk Codex). Hermes Agent melangkah lebih jauh — ia bisa berjalan di 16+ platform sekaligus secara simultan melalui sistem gateway-nya:

  • Terminal (CLI) — mode interaktif dengan fitur autocomplete dan syntax highlighting
  • Telegram — akses agent langsung dari ponsel, kirim perintah kapan saja
  • Discord & Slack — untuk kolaborasi tim
  • WhatsApp & Signal — komunikasi pribadi
  • Email — kirim tugas lewat email, agent bales otomatis
  • SMS — via Twilio
  • Home Assistant — kontrol perangkat smart home
  • Matrix, Mattermost, Feishu, WeChat, DingTalk, dan API Server

Bayangkan skenario ini: kamu bisa menyuruh Hermes untuk nge-deploy aplikasi dari Telegram sambil duduk di warung kopi, atau meminta laporan harian server dikirim ke email setiap pagi jam 8 tanpa perlu buka laptop sama sekali.

Self-Improving Skills

Ini adalah fitur yang tidak dimiliki Claude Code maupun Codex secara native. Hermes Agent bisa menyimpan prosedur reusable sebagai skills. Skills ini mirip seperti memori prosedural — agent menyimpan langkah-langkah, command yang tepat, dan pitfalls yang pernah ditemukan.

Contoh nyata: ketika Hermes berhasil menyelesaikan setup CI/CD pipeline untuk proyek pertamamu, ia bisa menyimpan seluruh workflow sebagai skill. Di sesi berikutnya, saat kamu minta setup CI/CD untuk proyek lain, ia langsung menerapkan pengetahuan itu tanpa perlu belajar dari nol.

Seiring waktu, skills ini terakumulasi dan membuat agent semakin efektif untuk tugas-tugas spesifik di environment kamu. Ini ibarat memiliki asisten yang semakin berpengalaman setiap kali kamu bekerja dengannya.

Persistent Memory Lintas Sesi

Fitur lain yang membedakan Hermes adalah persistent memory. Setelah kamu selesai sesi dan kembali keesokan harinya, Hermes masih ingat:

  • preferensi kamu — gaya coding, bahasa yang disukai, cara kamu memanggilnya
  • detail environment — path project, tools yang terinstall, konfigurasi server
  • koreksi yang pernah kamu berikan — "jangan pakai library X", "gunakan format Y"
  • fakta-fakta penting — "proyek ini pakai PostgreSQL bukan MySQL"

Fitur ini membuat pengalaman menggunakan Hermes terasa seperti bekerja dengan rekan tim yang benar-benar mengenal kamu, bukan tool yang mulai dari nol setiap kali kamu buka terminal.

Dukungan Provider dan Credential Pooling

Dari segi teknis, Hermes Agent mendukung 20+ provider AI. Daftarnya terus bertambah, tapi beberapa yang utama:

  • OpenRouter — akses ke hampir semua model dengan satu API key
  • Anthropic — Claude 3.5/4 series
  • OpenAI — GPT-4o, GPT-4, o-series
  • DeepSeek — V3, V4 Flash/Pro
  • Google Gemini — Gemini 2.5 series
  • xAI/Grok — Grok 4
  • Hugging Face — berbagai model open source
  • GitHub Copilot — via Copilot CLI
  • Local models — llama.cpp, Ollama, atau custom endpoint

Salah satu fitur yang sangat berguna adalah credential pooling. Hermes bisa menyimpan beberapa API key untuk provider yang sama dan secara otomatis melakukan rotasi ketika satu key mencapai rate limit. Ini sangat membantu jika kamu sering bekerja dengan volume token yang besar.

Ekstensibilitas dan Otomatisasi

Hermes Agent memiliki ekosistem yang kaya untuk pengembangan lebih lanjut:

  • MCP (Model Context Protocol) — integrasi dengan MCP servers untuk menambah tools kustom
  • Webhooks — trigger agent melalui HTTP requests (misalnya dari GitHub Actions)
  • Cron jobs — jadwalkan tugas berulang seperti backup database, scraping, atau laporan rutin
  • Profiles — jalankan beberapa instance Hermes dengan konfigurasi, model, dan skills yang berbeda
  • Plugins — pasang plugin untuk menambah fungsionalitas

Codex dan Claude Code juga memiliki beberapa kemampuan ini, tetapi tidak seluas dan serumah Hermes dalam hal fleksibilitas.

Perbandingan Langsung

Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan perbandingan ketiga tool tersebut:

Lisensi dan Biaya

  • Hermes Agent: Open Source MIT. Gratis (modal API key sendiri)
  • Claude Code: Proprietary. Berbayar via Anthropic API
  • Codex: Proprietary. Berbayar / gratis dengan Copilot

Multi-Platform

  • Hermes Agent: 16+ platform (Telegram, Discord, Email, dll)
  • Claude Code: Terminal saja
  • Codex: Terminal & VS Code

Self-Improving Skills

  • Hermes Agent: ✅ Bisa menyimpan prosedur reusable
  • Claude Code: ❌
  • Codex: ❌

Persistent Memory

  • Hermes Agent: ✅ Ingat preferensi dan environment
  • Claude Code: ❌
  • Codex: ❌

Bebas Pilih Provider AI

  • Hermes Agent: ✅ 20+ provider
  • Claude Code: ❌ Hanya Claude
  • Codex: ❌ Hanya OpenAI

Cron Jobs & Otomatisasi

  • Hermes Agent: ✅ Built-in
  • Claude Code: ❌
  • Codex: ❌

Credential Pooling

  • Hermes Agent: ✅ Rotasi API key otomatis
  • Claude Code: ❌
  • Codex: ❌

Kapan Pakai yang Mana?

Setelah melihat perbandingan di atas, berikut panduan praktisnya:

Pilih Hermes Agent jika:

  • Kamu ingin open source dan tidak ingin terikat pada satu vendor
  • Butuh agent yang bisa diakses dari berbagai platform — terutama Telegram atau Discord
  • Ingin agent yang belajar dari pengalaman dan semakin pintar seiring waktu
  • Suka gonta-ganti model AI atau punya preferensi provider tertentu
  • Butuh otomatisasi seperti cron jobs dan webhooks
  • Ingin kontrol penuh atas biaya — pilih model termurah untuk tugas ringan

Pilih Claude Code jika:

  • Kamu sudah menggunakan Claude dan puas dengan kualitas responsnya
  • Butuh coding agent yang polished, didukung tim besar, dengan dokumentasi rapi
  • Tidak mau ribet setup dan konfigurasi

Pilih Codex jika:

  • Kamu aktif di ekosistem GitHub/OpenAI
  • Sudah berlangganan GitHub Copilot (Codex termasuk di dalamnya)
  • Ingin integrasi seamless dengan VS Code dan GitHub

Cara Memulai Hermes Agent

Memulai Hermes Agent cukup sederhana. Cukup jalankan perintah installasi berikut di terminal:

curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh | bash

Setelah terinstall, jalankan hermes setup untuk mengikuti wizard konfigurasi — kamu akan diminta memilih provider AI dan mengatur preferensi dasar.

Jika ingin langsung mencoba:

hermes chat -q "Buat struktur direktori untuk project React + FastAPI"

Hermes akan menggunakan provider default yang kamu pilih saat setup. Untuk mengganti model atau provider di lain waktu, cukup jalankan hermes model — tersedia antarmuka interaktif untuk memilih dari 20+ provider yang didukung.

Untuk kebutuhan lebih lanjut seperti integrasi dengan Telegram atau platform lain, gunakan hermes gateway setup untuk mengkonfigurasi platform messaging sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Hermes Agent menawarkan pendekatan yang unik di tengah ramainya AI coding agents. Dengan lisensi open source, dukungan 20+ provider AI, kemampuan multi-platform, dan fitur self-improving skills, ia menjadi alternatif serius bagi developer yang menginginkan fleksibilitas dan kebebasan tanpa terjebak dalam ekosistem tertutup.

Apakah Hermes Agent akan menggantikan Claude Code atau Codex? Tidak sepenuhnya — masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Claude Code unggul dalam kualitas respons dan kemudahan penggunaan, Codex unggul dalam integrasi dengan ekosistem GitHub, sementara Hermes Agent unggul dalam hal fleksibilitas, ekstensibilitas, dan kebebasan.

Untuk developer yang menghargai open source, ingin kontrol penuh atas tool yang digunakan, dan butuh agent yang bisa diakses dari mana saja — Hermes Agent jelas layak dicoba.


Catatan: Hermes Agent adalah proyek open source aktif dari Nous Research. Informasi dalam artikel ini berdasarkan dokumentasi resmi dan pengalaman langsung menggunakan tool tersebut.

Link: hermes-agent.nousresearch.com/docs | GitHub: NousResearch/hermes-agent

Dapatkan update terbaru

Artikel tentang AI, software engineering, riset, dan materi kuliah — langsung ke inbox kamu.